Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera membantah pengurus pusat partai "putih" menggunakan mobil Volkswagen Caravelle yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut dia, mobil tersebut milik bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan dipakai olehnya. "Itu bukan mobil DPP, tapi Pak Luthfi," kata Mardani saat dihubungi, Rabu, 22 Mei 2013 kemarin.



Mardhani menegaskan lima mobil lain, yakni Nissan Terrano, Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Grandis, Toyota, dan Mazda X9, yang disita oleh penyidik KPK, tak digunakan PKS. Meski mobil-mobil itu disita dari DPP PKS, operasional PKS tak menggunakan mobil itu. "Standar PKS itu Toyota Innova. Ada sekitar enam hingga delapan mobil yang digunakan," kata dia.

Mardhani menduga yang membawa mobil ke DPP adalah sekretaris pribadi Luthfi, Ahmad Zaky. Dia mengaku kecewa akan hal itu. "Sepetinya Zaky yang bawa, kalau ketemu saya marahin," katanya.

Supir mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Ali Imran, sebelumnya membenarkan kartu tanda penduduk miliknya pernah dipinjam untuk mengurus balik nama mobil VW Caravelle. Mobil itu lalu digunakan untuk kepentingan Dewan Pimpinan Pusat PKS.

"Iya benar, KTP saya dipinjam karena untuk keperluan DPP," ujar Ali usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi kemarin. Dengan mobil seharga Rp 1 miliar lebih tersebut, Ali sering mengantar Luthfi ke kantor DPP PKS dan kompleks parlemen Senayan.

sumber: tempo.co