Oleh polisi dan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Bandung, surat perintah ritual seks bebas bagi PNS d lingkungan Perpusda dinilai palsu. Ada beberapa kejadian yang diduga terkait surat itu. Kepala Perpusda, Muhammad Anwar, menceritakannya.

Anwar mengakui nama-nama dalam dokumen tertanggal 31 Januari 2013 tersebut adalah pegawainya. Namun ia yakin betul, nama-nama mereka hanya dicatut. Bahkan ada yang tidak pernah tahu soal keberadaan surat perintah ritual seks bebas yang beredar.

"Nama-nama yang di surat itu, rata-rata sudah tua," kata Anwar saat mendampingi Wakil Wali Kota Ayi Vivananda di Bandung Indah Plaza, Rabu (29/5/2013).

Anwar menduga surat itu merupakan teror kedua bagi dirinya dan instansinya. Sebelumnya, salah satu kepala seksi menerima SMS dari seseorang tak dikenal. Isinya menjelek-jelekkan agama.

Teror itu dipicu dugaan seorang pegawai di Bagian Pelayan dan Peminjaman yang berpindah agama, lalu mengalami goncangan jiwa karena dicuci otak. Sebagai atasan, Anwar memutuskan mengadakan pengajian tiap Jumat. Hanya pegawai yang siap saja yang ikut, termasuk yang disebut-sebut akan berpindah agama itu. Tujuannya mendampingi para pegawai dari godaan lain atau goncangan jiwa.



"Mungkin karena itu, ada yang tidak suka," katanya.

Anwar mengaku tidak tahu siapa yang tega meneror dengan cara memalsukan surat instansi dan menyudutkan instansinya. Dia menyerahkan masalah tersebut ke polisi.

sumber: detikcom