Bekas pembalap nasional, Alex Asmasoebrata, menyebut ada tiga kesalahan penyebab kecelakaan yang dialami AQJ atau Dul di tol Jagorawi. "Pertama, mengemudi tanpa surat izin mengemudi (SIM)," ujarnya melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 9 September 2013.

Kedua, ia melanjutkan, orang tua memfasilitasi atau mengizinkan Dul untuk mengemudi. Ketiga, kata Alex, Jasa Marga sebagai pengelola tidak memperhatikan keselamatan pengguna tol.

Ayah pembalap Alexandra ini menjelaskan, semula jalan bebas hambatan itu dilengkapi pembatas atau pemisah tanah di tengah dengan konstruksi agak curam sepanjang kurang lebih 20 meter antar jalur berlawanan.

"Sekarang dihapus, dipakai untuk jalan," kata Alex. Ia berpendapat, seharusnya bidang tersebut dipasangi pagar beton yang kuat, tidak hanya besi yang tipis. Ia berpendapat, sebaiknya bukan hanya pengemudi yang dikenai sanksi hukum. Menurut dia, pengelola tol juga harus menerima sanksi serupa.



"Kecelakaan semacam ini sering terjadi. Jangan hanya getol menaikkan harga tiket tol," ujarnya.

Kepolisian Daerah Metro Jaya berjanji mengusut dugaan keterlibatan musikus Ahmad Dhani Prasetyo dalam kasus kecelakaan maut yang melibatkan anak bungsunya, AQJ 13 tahun, dinihari kemarin. "Peran dia sebagai orang tua sedang didalami," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono.

Kecelakaan yang menewaskan enam orang dan menyebabkan sembilan orang luka berat itu terjadi di kilometer 8 tol Jagorawi, Jakarta Timur, arah menuju Cibubur. Diduga kehilangan kendali, AQJr atau Dul yang mengendarai mobil Mitsubishi Lancer Evolution X hitam menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan.

Nahas, mobil Dul menyeruduk Daihatsu Gran Max silver yang ditumpangi 13 orang dan Toyota Avanza hitam berpenumpang dua orang. Akibat kecelakaan itu, empat orang tewas di tempat dan dua orang meninggal ketika dilarikan ke Rumah Sakit Melia Cibubur. Sembilan lainnya luka berat, termasuk Dul.

sumber: tempo.co